Zarin TV didirikan dengan misi yang sederhana namun ambisius: menciptakan sebuah platform tempat kisah-kisah Afghanistan dapat diceritakan secara autentik, independen, dan tanpa rasa takut.
Organisasi ini berfokus pada berita komunitas, pendidikan, hiburan, dan isu-isu perempuan, sekaligus menyoroti sudut pandang yang sering diabaikan oleh media arus utama. Timnya bekerja sama dengan jurnalis dan kontributor di berbagai negara untuk menghadirkan laporan dan kisah yang mencerminkan realitas kehidupan di Afghanistan.
“Misi kami adalah menyediakan berita komunitas dan hiburan, terutama pendidikan dan membuka jalan untuk, seperti, menyoroti isu-isu perempuan,” kata Mariam Harris, Direktur Pengembangan dan Kemitraan di Zarin TV.
Namun setelah Taliban kembali menguasai Afghanistan, jurnalisme independen menjadi semakin berbahaya. Para jurnalis mempertaruhkan keselamatan diri dan keluarga mereka hanya dengan menjalankan pekerjaan mereka.
Tantangan tersebut mendorong Zarin TV untuk mengadopsi HeyGen. Dengan menggunakan avatar AI, organisasi ini menemukan cara untuk melindungi identitas para jurnalis sekaligus tetap membagikan kisah-kisah yang mungkin tidak akan pernah sampai ke publik.
Mengatasi risiko keamanan bagi jurnalis independen
Bagi Zarin TV, tantangannya tidak pernah sekadar memproduksi konten. Tantangannya adalah memproduksi konten dengan aman. Ketika jurnalis meliput kisah-kisah yang mengkritik pemerintah atau menyoroti isu-isu sensitif, konsekuensinya bisa sangat berat.
“Kalau kami menggunakan jurnalis asli kami dan orang-orang asli yang melakukan pekerjaan ini, keluarga mereka akan mengalami pelecehan di kampung halaman,” jelas Mariam.
Dalam beberapa kasus, keluarga bisa menghadapi intimidasi, pelecehan, atau bahkan penangkapan akibat laporan seorang jurnalis. Akibatnya, banyak kisah yang tidak pernah terungkap. Para jurnalis harus menimbang pentingnya membagikan informasi dengan risiko yang mungkin menimpa diri mereka sendiri dan orang-orang yang mereka cintai.
“Kami benar-benar harus menyembunyikan identitas itu,” kata Mariam.
Pada saat yang sama, Zarin TV ingin memperluas peliputan isu-isu yang jarang dibahas secara terbuka, termasuk hak-hak perempuan, hak asasi manusia, pendidikan, dan kehidupan sehari-hari di dalam Afghanistan.
Tim membutuhkan cara untuk menjaga keselamatan para jurnalis sekaligus mempertahankan kepercayaan dan kedekatan yang tercipta melalui video storytelling.
Mengadopsi avatar AI untuk melindungi identitas dan menceritakan lebih banyak kisah
Mariam pertama kali menemukan HeyGen melalui anggota tim produksinya, yang langsung menyadari potensinya.
Tim mulai menggunakan avatar stok HeyGen untuk membuat siaran berita multibahasa, menyamarkan identitas para reporter di balik presenter AI yang realistis.
“Kami menciptakan agen-agen ini dan membangun karakter berdasarkan persona mereka,” kata Mariam.
Alih-alih menampilkan jurnalis sungguhan di layar, Zarin TV kini dapat menyajikan berita melalui pembawa acara berbasis AI yang disesuaikan dengan bahasa, audiens, dan gaya setiap siaran.
Organisasi tersebut bereksperimen memproduksi konten dalam tujuh bahasa sehingga tim dapat dengan cermat memilih avatar yang terasa sesuai secara budaya untuk setiap audiens.
Realistisnya avatar juga membantu audiens berinteraksi dengan konten secara alami.
“Banyak orang bahkan tidak tahu itu adalah AI,” katanya.
Dengan menggabungkan naskah yang dibuat jurnalis dengan presenter AI, Zarin TV mendapatkan cara yang dapat diskalakan untuk mempublikasikan berita sensitif tanpa mengekspos para kontributor pada risiko yang tidak perlu.
Memperluas akses berita lintas bahasa dan batas negara
Sebelum menggunakan avatar AI, pembuatan konten multibahasa jauh lebih sulit dan memakan banyak waktu. Sekarang, Zarin TV dapat menyesuaikan cerita untuk berbagai audiens sekaligus tetap menjaga konsistensi di seluruh siaran.
Para jurnalis dalam tim menyusun laporan dan naskah, sementara para produser memilih avatar dan bahasa yang paling sesuai untuk setiap cerita.
Pendekatan ini memungkinkan Zarin TV menjangkau penonton jauh melampaui Afghanistan sekaligus membantu pemirsa global memahami realitas kehidupan di dalam negeri.
Platform ini saat ini menarik hampir dua juta pengunjung ke situs webnya setiap bulan, dan terus membangun audiens di berbagai saluran media sosial. Organisasi ini juga melihat peluang di masa depan untuk berkembang melampaui program berita tradisional.
Avatar AI membuat berbagai kemungkinan tersebut dapat terwujud sekaligus menjaga anonimitas yang tetap penting bagi banyak kontributor.
Memberikan kebebasan kepada jurnalis untuk berbagi cerita dengan aman
Bagi Zarin TV, nilai terbesar dari HeyGen bukanlah efisiensi atau kecepatan produksi, melainkan perlindungan.
Platform ini memungkinkan jurnalis melaporkan isu-isu sensitif, membahas realitas yang sulit, dan menguatkan suara-suara yang kurang terwakili tanpa membuat diri mereka atau keluarga mereka menghadapi risiko yang tidak perlu.
“HeyGen telah memberi kami lebih banyak kebebasan,” kata Mariam.
Dia menambahkan bahwa kontribusi terpenting dari platform ini adalah “anonimitas yang dapat kami berikan kepada para jurnalis kami.”
Jika avatar AI tidak lagi tersedia, Zarin TV kemungkinan harus bergantung pada peliputan berbasis audio saja, menyamarkan identitas, atau secara signifikan mengurangi produksi video. Sebaliknya, organisasi tersebut dapat terus membuat konten menarik yang berpusat pada manusia dan terasa dekat bagi audiens.
Bagi sebuah organisasi media yang digerakkan oleh misi dan beroperasi dalam kondisi yang sangat menantang, kemampuan tersebut benar-benar membawa perubahan besar.
Dengan menggabungkan jurnalisme independen dengan avatar AI, Zarin TV menciptakan cara yang lebih aman untuk bercerita, melindungi para jurnalis, dan memastikan suara-suara dari Afghanistan tetap terdengar di seluruh dunia.






