background leftbackground right
Terjemahan VideoE-LearningBisnis Pengetahuan

How School of AI scaled course creation 10x and reached learners in 70+ countries with HeyGen

INDUSTRI:Technology
DEPARTEMEN:Pendiri
LOKASI:Atlanta, GA
10xpeningkatan dalam produksi kursus
80–90%reduction in video production time
2J+pelanggan dalam 8 bulan, naik dari 10.000
Lihat hasil apa yang bisa HeyGen dapatkan untuk Anda.
Pelajari lebih lanjut

The School of AI adalah platform pendidikan yang didirikan oleh Vivian Aranha, seorang teknolog dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang web, mobile, dan teknologi baru yang sedang berkembang. Diluncurkan awal tahun ini, School of AI dibuat untuk membantu para siswa menghadapi pasar kerja yang menantang dengan memperoleh keterampilan praktis dalam kecerdasan buatan, termasuk AI generatif, sistem berbasis agen, dan berbagai alat yang berkembang dengan sangat cepat.

What started as small, live internship-style sessions quickly revealed a bigger opportunity: reaching more learners more efficiently through video-based education. But creating high-quality video content at the pace AI evolves proved to be a major challenge, until Vivian discovered HeyGen.

Scaling education without scaling workload

From the beginning, video was central to how Vivian teaches. “I’m not someone who learns from books,” he explained. “I need to see things in action, like hands-on labs and videos explaining how things work.”

Pada awalnya, School of AI mengandalkan sesi online langsung. Tak lama kemudian, para siswa meminta Vivian untuk merekam pelajaran agar mereka bisa belajar sesuai jadwal mereka sendiri. Meskipun hal ini masuk akal secara pedagogis, hal tersebut menimbulkan beban produksi yang besar.

Sebelum HeyGen, membuat kursus itu lambat, melelahkan, dan kaku. Vivian menceritakan bahwa ia membangun sebuah kursus AI unggulan pada tahun 2024 yang totalnya sekitar 60 jam konten.

“I recorded the entire course myself,” Vivian said. “It took me three months, working almost 40 hours a week.”

Lebih parah lagi, alat AI berubah dengan sangat cepat. Vivian sering mendapati bahwa konten yang direkam hari ini sudah ketinggalan besok karena rilis model baru atau pembaruan fitur.

“Ada kalanya saya menyiapkan semuanya pada malam hari, mulai merekam keesokan harinya, lalu menyadari bahwa sudah ada yang berubah,” kata Vivian. “Saya harus mengulang semuanya dari awal.”

Dengan kecepatan seperti itu, Vivian hanya bisa membuat sekitar empat kursus per tahun, dan ia bahkan tidak menyadari betapa membatasinya hal itu sampai ia melihat sebuah alternatif.

Discovering HeyGen and rethinking what was possible

Vivian first encountered HeyGen while looking for translators to expand his courses internationally. He wanted to translate an AI and quantum computing course into Spanish and hired a human translator to help.

Setelah dua minggu, terjemahannya masih belum selesai. Di waktu yang hampir bersamaan, Vivian mencoba uji coba HeyGen. Ia mengunggah kursusnya, dan dalam waktu 15 menit, terjemahannya sudah selesai.

“Within a couple of hours, I had translated and uploaded the course and made it available to my Spanish audience,” Vivian said.

That moment changed everything. Vivian went on to translate 20-30 courses using HeyGen and began exploring other features. Soon, HeyGen became central not just to translation, but to content creation itself.

Dengan menggunakan skrip dan rekaman layar, Vivian bisa fokus mengajar sementara HeyGen menangani penyampaiannya. Ia membangun ulang kursus AI berdurasi 60 jam yang sama pada tahun 2025 menggunakan HeyGen, dan perbedaannya sangat besar.

“It took me two weeks instead of three months,” Vivian said. “Not 40 hours a week for months. Just about two weeks total.”

Yang sebelumnya hanya empat kursus per tahun kini menjadi empat kursus per bulan. “Artinya, saya tiba-tiba punya 11 bulan ekstra untuk melakukan hal-hal lain,” kata Vivian.

Dia bahkan membuat satu kursus lengkap berdurasi dua jam saat dalam penerbangan ke Turki, bekerja dengan tenang di pesawat menggunakan Wi-Fi dalam penerbangan.

Vivian’s turning point came when he created his digital twin.

“The magic moment for me was when I gave it a script and saw the expressions come out,” he said. “When it’s excited, it actually looks excited like me.”

Alih-alih terasa artifisial, avatar itu terasa personal dan ekspresif. “Ini tidak terlihat seperti avatar biasa,” kata Vivian. “Ini terlihat seperti kembaran digital saya.”

Realitas emosional itu membantu Vivian mempercayai HeyGen sebagai cara utama untuk membuat dan menyampaikan materi ajarnya dalam skala besar.

Turning time savings into business growth

By Vivian’s estimate, HeyGen saves him 80–90% of the time previously required to produce video content. Instead of four courses per year, he can now create four courses per month, effectively a 10x increase in output.

That increase in production directly impacts revenue. “It’s not just saving time,” Vivian said. “It’s multiplying my revenue.”

HeyGen juga memungkinkan jangkauan global yang sangat luas. School of AI kini melayani pelajar di lebih dari 70 negara, dengan siswa yang berbicara lebih dari 60 bahasa berbeda.

Pertumbuhan pelanggan juga semakin cepat. Jika sebelumnya Vivian hanya melihat pertumbuhan bulanan yang stabil, kini ia telah meraih jutaan penayangan dan pelanggan dalam delapan bulan terakhir, didorong oleh konten yang konsisten dan multibahasa.

Beyond metrics, HeyGen removed friction from the creative process. “I’ve completely forgotten how hard video creation used to feel,” Vivian said. “Now I just focus on what I want to teach.”

His advice to others is simple: focus on what you’re good at.

quote icon
“Video making is a skill on its own,” Vivian said. “Let HeyGen handle that so you can focus on learning, teaching, and delivering value.”

Seiring School of AI terus berkembang, HeyGen tetap menjadi fondasi yang memungkinkan Vivian mengajar lebih cepat, menjangkau lebih jauh, dan tetap mengikuti perkembangan teknologi yang ia bantu orang lain kuasai.

“HeyGen membantu Anda membuat video berkualitas profesional hanya dengan naskah Anda,” katanya. “Anda tidak membutuhkan apa pun lagi.”


Kisah pelanggan yang direkomendasikan

Mulai membuat video dengan AI

Lihat bagaimana bisnis seperti Anda menskalakan pembuatan konten dan mendorong pertumbuhan dengan video AI paling inovatif.

CTA background