Selama lebih dari 20 tahun, Michael Vrlaku telah membangun bisnis KPR-nya dengan memanfaatkan teknologi baru. Mulai dari sistem CRM hingga otomatisasi alur kerja, ia selalu mencari cara untuk membuat bisnisnya lebih efisien.
Namun, satu tantangan masih sulit diatasi: secara konsisten membuat video.
Seperti banyak profesional hipotek lainnya, Michael tidak kekurangan keahlian untuk dibagikan. Yang ia tidak miliki adalah waktu untuk merekam, mengedit, dan memublikasikan video sambil mengelola klien dan mengembangkan bisnis.
"Satu hal yang sudah saya sadari sejak awal, baik itu AI maupun avatar AI, adalah bahwa teknologi akan berkembang sampai pada titik di mana ia tidak bisa dihindari," kata Michael.
Alih-alih menunggu video AI menjadi arus utama, Michael ingin selangkah lebih maju.
"Alasan saya menemukan HeyGen sebenarnya hanya karena saya mencari cara untuk mengotomatiskan apa yang perlu saya lakukan," katanya.
Ia mulai menggunakan HeyGen lebih dari dua tahun yang lalu, menjadikan video AI sebagai bagian dari alur kerjanya sehari-hari jauh sebelum generasi avatar terbaru hadir.
Saat ini, investasi awal itu memungkinkan Michael untuk secara konsisten membuat video yang sebelumnya akan membutuhkan berjam-jam proses pengambilan gambar dan pengeditan.
Mengubah pembuatan video menjadi rutinitas yang dapat diulang
Bagi Michael, keunggulan terbesar HeyGen bukanlah menggantikan orang, melainkan memangkas waktu produksi.
Sebuah video promosi terbaru terlihat seolah dibuat dengan kru produksi lengkap, banyak pengambilan gambar, dan proses editing yang panjang. Padahal, kenyataannya Michael hanya menghabiskan beberapa menit untuk meninjau hasil akhirnya.
"Tim saya yang membuatnya. Mereka mengirimkan saya sebuah naskah, saya menjelaskan apa tujuannya, mereka memasukkannya ke HeyGen, dan hasilnya keluar seperti itu," katanya.
Tanpa AI, memproduksi konten yang sama akan menjadi proyek yang sepenuhnya berbeda.
"Pikirkan berapa lama seseorang akan mengerjakan itu. Itu adalah proyek seharian penuh untuk bersiap-siap pergi ke luar sana, ada orang yang merekam video, berapa banyak edit dan pengambilan gambar yang berbeda, lalu pascaproduksi," kata Michael.
Alih-alih memperlakukan video sebagai proyek khusus, Michael telah menjadikannya bagian dari ritme rutin bisnisnya. Seorang asisten virtual menangani sebagian besar proses produksi, sementara Michael memberikan arahan dan meninjau hasil akhirnya.
Hasilnya adalah alur kerja yang menghasilkan konten secara konsisten tanpa menuntut berjam-jam berada di depan kamera.
Menskalakan konten di setiap titik interaksi pelanggan
Alih-alih hanya membuat video untuk media sosial, Michael telah memadukan video AI ke dalam seluruh strategi pemasarannya.
Rutinitas mingguannya sekarang mencakup pembaruan pasar dalam bentuk video, buletin video, komunikasi satu lawan satu dengan pelanggan, dan pesan tindak lanjut yang dipersonalisasi.
Ia juga memperluas cara ia bekerja sama dengan agen real estat.
Setiap kali ada listing baru masuk ke pasar, Michael berencana membuat video bersama agen listing yang menjelaskan baik properti tersebut maupun opsi pembiayaannya.
"Setiap kali kita mendapat listing, ayo buat video bersama," katanya. "Saya bisa memasukkan diri saya ke dalam video listing dan berkata, 'Ini adalah rumah yang indah seluas 4.000 kaki persegi. Seperti inilah gambaran cicilan KPR-nya.'"
Dia juga sedang bereksperimen dengan video ucapan terima kasih otomatis.
Setelah berbicara dengan calon klien, AI dapat menghasilkan tindak lanjut yang dipersonalisasi yang merangkum percakapan dan menegaskan kembali langkah-langkah berikutnya, sehingga membantu membangun hubungan yang lebih kuat tanpa perlu sesi perekaman tambahan.
Bagi Michael, alur kerja ini mengubah video dari sekadar taktik pemasaran sesekali menjadi bagian terintegrasi dari pengalaman pelanggan.
Berfokus pada esensi, bukan pada produksi
Seiring video berbasis AI terus berkembang, Michael meyakini bahwa teknologinya sendiri menjadi kurang penting dibandingkan nilai dari kontennya.
"Menurut saya, kualitas itu sebenarnya adalah esensi dari apa yang kami hasilkan, bukan semata-mata audio atau videonya," katanya. "HeyGen memberikan kualitas yang sangat baik, tetapi yang lebih penting, ini memungkinkan kami untuk fokus pada hal yang paling utama, yaitu esensinya."
Filosofi itu juga membentuk nasihatnya bagi para profesional yang baru memulai. Alih-alih menunggu alur kerja yang sempurna atau video yang sempurna, ia mendorong orang untuk mulai dari hal yang sederhana.
"Yang sudah terbukti selama berabad-abad adalah langsung melakukannya," katanya. "Masukkan saja ke dalam alur kerja Anda."
Seiring waktu, Michael terus menyempurnakan pendekatannya dengan merekam audio menggunakan suaranya sendiri, menangkap avatar di berbagai lingkungan saat bepergian, dan bereksperimen dengan fitur-fitur baru saat fitur tersebut dirilis.
Namun, ia meyakini bahwa konsistensi jauh lebih penting daripada kesempurnaan. Bagi para profesional yang khawatir apakah konten yang dihasilkan AI terasa autentik, Michael menawarkan sudut pandang yang sederhana.
"Itu tetap dirimu," katanya. "Ini hanya versi digital dari dirimu. Kamu menghadirkan versi lain dari dirimu sendiri agar bisa memberikan lebih banyak konten kepada klien dan audiensmu secara lebih konsisten."
Bagi Michael, HeyGen tidak menggantikan sisi manusia dalam bisnisnya. HeyGen justru memungkinkannya untuk membagikan keahliannya secara lebih konsisten, menjangkau lebih banyak orang, dan menghabiskan lebih sedikit waktu untuk memproduksi konten sehingga ia bisa lebih banyak fokus melayani klien.






