Dolsten & Co. is an AI-first creative agency founded by Simon Dolsten, a seasoned creative director with a background in crafting high-end brand narratives. After leading creative work for global brands like Michelob Ultra and Volkswagen, and producing Emmy-winning and Super Bowl–level campaigns, Simon set out to build an agency designed for a new era of creativity, one where technology accelerates imagination rather than constraining it.
Dolsten & Co. works with a wide range of clients, from personality-driven brands to large enterprise organizations, helping them tell stories that resonate emotionally while moving at modern speed. While Simon’s foundation in storytelling remained central, traditional production models made it difficult to experiment, prototype, and bring ambitious ideas to life quickly.
HeyGen gave Dolsten & Co. a way to create, iterate, and ship high-fidelity creative work in days instead of months, unlocking ideas that once felt impossible.
Gagasan besar terhambat oleh proses produksi tradisional
Sebelum menggunakan HeyGen, Dolsten & Co. menghadapi tantangan yang sama seperti kebanyakan agensi kreatif: kebutuhan akan kecepatan. Mengubah sebuah ide menjadi sesuatu yang benar-benar bisa dilihat dan ditanggapi klien membutuhkan banyak pekerjaan awal yang intensif.
“Kamu sebenarnya tidak bisa membuat prototipe atau bukti konsep dengan cepat,” jelas Simon. “Kamu harus membawa ke klien sebuah naskah panjang atau presentasi setebal 100 halaman.”
Dalam lingkungan periklanan tradisional, memproduksi iklan berdurasi 30 detik saja bisa memakan waktu berbulan-bulan dan menelan biaya jutaan dolar. Setelah proses produksi selesai, tim kreatif sering kali terikat pada materi yang sudah direkam di lokasi, dengan kemampuan yang sangat terbatas untuk mengembangkan atau melakukan iterasi.
“Bagi para kreator, itu sangat membatasi,” kata Simon. “Anda ingin terus membangun, menguji, dan menyempurnakan, tetapi prosesnya tidak memungkinkan hal itu.”
Hal ini memperlambat kolaborasi, meningkatkan risiko, dan menyulitkan eksplorasi ide-ide berani, terutama yang melibatkan format baru seperti avatar interaktif atau narasi berbasis AI.
Menggunakan HeyGen untuk membuat prototipe, beriterasi, dan berkreasi dengan cepat
HeyGen secara fundamental mengubah cara Dolsten & Co. bekerja dengan ide. Alih-alih mempresentasikan konsep melalui naskah atau presentasi statis, tim kini dapat menghadirkan sesuatu yang fungsional dan sepenuhnya terealisasi kepada klien hanya dalam hitungan hari.
“With HeyGen, you can bring something that already has fidelity and capability,” Simon said. “Creating something impactful together becomes a lot faster and easier.”
The platform allows the team to prototype ideas instantly, iterate based on feedback, and evolve concepts over time. Unlike traditional production, where footage is fixed, HeyGen enables continuous refinement.
“You can create the first version, bring it to a client, and then keep building on it,” Simon said. “That ability to evolve is incredibly powerful for creatives.”
HeyGen also made it possible to combine storytelling and technology in new ways. Dolsten & Co. began experimenting with digital twins and avatars that could educate, entertain, or deliver corporate messaging with realism and emotional nuance.
“What surprised me most was the functionality,” Simon said. “You can build knowledge into them, make them educational, entertaining, or branded. They can fill so many roles.”
Unlocking ideas that once felt impossible
Seiring tim terus mengembangkan platform, HeyGen memungkinkan terciptanya proyek-proyek yang melampaui sekadar iklan atau prototipe yang dibuat lebih cepat.
Dolsten & Co. membuat sebuah film panjang berdurasi satu jam yang sepenuhnya dihasilkan oleh AI, dengan dialog dan gerakan mulut yang realistis—sesuatu yang sebelumnya dianggap Simon mustahil. Sesuatu yang dulu terasa seperti konsep yang masih sangat jauh kini berhasil diproduksi dan diluncurkan ke pasar hanya dalam hitungan minggu.
“HeyGen enabled us to do things that were wildly beyond our dreams,” Simon said.
The team also explored immersive, one-on-one interactive experiences using realistic avatars. These experiences helped build trust with consumers, clients, and even the press by pairing advanced technology with a human face and voice.
“The goal isn’t to replace human interaction,” Simon explained. “It’s to amplify it.”
HeyGen juga membuat proses lokalisasi dan skala menjadi jauh lebih mudah. Satu cerita dapat dihidupkan dalam berbagai bahasa, memungkinkan brand menjangkau audiens global tanpa harus membuat ulang konten dari awal.
Pengiriman lebih cepat, momentum lebih kuat, dan dampak yang terukur
The impact on speed and efficiency was immediate. Work that once took six months to produce could now be completed in as little as six days.
“That speed changes everything,” Simon said. “We can sell more work, clients get results faster, and the quality stays high.”
Beyond metrics, HeyGen created momentum. Seeing ideas come to life quickly energized both internal teams and clients.
“Saat saya menonton video pertama yang kami buat dengan HeyGen, rasanya seperti sihir,” kata Simon. “Akhirnya Anda bisa berkreasi secepat yang Anda inginkan.”
Momentum itu membuat kolaborasi menjadi lebih mudah, umpan balik lebih dapat ditindaklanjuti, dan kreativitas lebih iteratif. Alih-alih menunggu berbulan-bulan untuk melihat hasilnya, klien dapat bereaksi terhadap pekerjaan yang sudah jadi hampir seketika.
Bagi Simon, nilai sejati HeyGen terletak pada kemampuannya menyatukan penceritaan manusia dengan teknologi canggih.
“Kamu tetap harus menyampaikan sesuatu yang bermakna,” katanya. “Kamu tetap harus menyusun narasinya. HeyGen hanya mempercepat proses mewujudkannya.”
Dengan menghilangkan hambatan dalam proses produksi, HeyGen memungkinkan Dolsten & Co. untuk fokus pada hal yang paling penting: emosi, dialog, interaksi, dan dampak.
“HeyGen membuka hal yang sebelumnya mustahil bagi kami,” kata Simon. “Ini mewujudkan ide-ide yang sebelumnya hanya bisa kami impikan.”






